[Puisi] Bunga Dalam Selimut - Itmamul Wafa
Bunga dalam selimut
Di kala bunga di balik selimut, di kala hangat bercinta. Aku menjadi musuh-musuh yang tak mampu bersembunyi lalu dituding silau yang tak fasih melafalkan cinta. Aku tak bisa mengambil bungga-bunga yang telah bersembunyi. Aku tak dapat menemukanya, hingga bunga-bunga layu dan tua di balik selimut. Sedangkan aku yang menjadi musuh-musuh mereka, melempar kebencian-kebencian pada diriku sendiri. Dan bersembunyi di antara kehidupanku dan kehidupanmu.
Bila suatu saat aku dapat bersembunyi di balik selimut akan kupejam mata dan hati. bersembunyi dari cahaya-cahaya yang latah membaca hatimu. Dan bila nanti aku dan kau saling bersembunyi dengan selimut-selimut yang berbeda dan menjadi musuh-musuh dalam selimut kita.
Bunga-bunga yang layu akan kembali berduri dan mewangi dengan darah yang kau tusukan di punggungku. Saat itu akan semakin terasa cintamu, cinta seolah hanya bunga dan tak ada bunga selain bungaku.
Yang menyajikan wangi di kala pagi dan duri di kala senja, saat malam tiba, kelopak matamu bercahaya mengingatkan bulan di matamu, agar dia memerintahkan bintang-bintang datang. Menemani ketakutanku yang bersembunyi di balik selimut kenistaan.
2014

0 komentar:
Posting Komentar