salam silaturahin dan salam pergerakan kami sampaikan kepada seluruh
sahabat keluarga besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia penghuni
alam masyriq sampai alam maghrib terkhusus terhadad sahabat rayon Dakwah
KomisariatWalisongo, Purwokerto. Semoga terlimpahkan keberkahan dan
kemudahan menyelimuti kita sebagai makhluk yang menuju kaum ulul albab.
sampai
hari ini rayon dakwah komisariat walisongo telah berturun sampai 13
periode kepengurusan, dan telah mewarnai kehidupan pergerakan
di kampus
STAIN Purwokerto. semoga hal ini akan terus berlanjut kedepan menjadi
lebih matang.
pasang surut kaderisasi telah dialami dengan
berbagai rintangan sejak awal pendiriannya. sempat pula mengalami
kemandekan yang sangat pada beberapa waktu. namun hal ini dipandang
tidak sebagai suatu pedang yang membunuh, tetapi kami anggaplah sebagai
cambuk motivasi untuk kedepan berbuat lebih banyak.walaupun ketika
dipandang kemungkinan untuk mengungguli rayon yang lain
(Tarbiyah,Syariah,Diploma) secara kuantitas, sudah sangatlah tidak
mungkin terlebih jika dipandang dari kenyataan jumlah mahasiswa jurusan
Dakwah STAIN Purwokerto yang sangat minim.
Namun, beberapa tahun
kepengurusan terakhir, krisis kader yang ada sudah mampu diatasi,
terbukti dengan peserta Mapaba yang sudah cukup banyak. tetapi
pengelolaannya masih sangat kurang, bahkan seringkali berkurangnya kader
yang aktif selepas mapaba hanya dianggap sebagai proses seleksi alam
yang biasa saja, padahal ini merupakan sebuah penyakit akut yang apabila
tidak diselesaikan dengan baik akan menjadi bom waktu untuk rayon itu
sendiri. banyak hal yang dikatakan dari mereka, salah satunya
beranggapan Rayon Dakwah tidak sejalan dengan hati, dan merasa telah
salah untuk masuk di rayon. dari sini dapat disimpulkan bahwa
penyeleksian kader terjadi setelah masa recruitmen, bukan pra
recruitmen, maka dari itulah pada periode ini Pengurus rayon dakwah
berkeinginan untuk melakukan proses penyeleksian calon anggota sebelum
mapaba, yakni dengan mendefinisikan rayon dakwah dengan lebih matang
mulai dari gerakan hingga pemikirannya. kemudian kedepan rancangan ini
akan di gunakan sebagai standar ideal kader rayon Dakwah.
Rumusan
inilah yang dalam jenjang waktu kedepan akan menjadi identitas ideal
Rayon Dakwah, hasilnya, diharapkan tidak akan ada lagi kader yang mundur
pasca mapaba karena memang akan mundur sebelum mapaba ketika memang
dipandang Rayda tidak sejalan dengan dirinya. Akhirnya mahasiswa yang
mengikuti mapaba merupakan orang orang yang sudah siap dan sudah sejalan
dengan rayon dakwah, guna proses kedepan yang lebih matang.
Akhirnya,
kami haturkan selamat dan sukses kepada semua anggota
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia. semoga tidak hanya menjadi kader
penikmat nama besar yang tercipta dimasalalu, tapi jadilah kader
pencipta masa keemasan dimasa depan bangsa.
Wallahul Muwaffiq Ilaa Aqwamiththoriq.
CONVERSATION